What are you fighting for?

Pertanyaan itu sering banget keluar di anime dan manga yang ada bertarung-bertarungnya. Mulai dari gundam yang super modern sampe serial samurai jadul banget. Ada yang jawab love, fear, untuk nusa dan bangsa (PKn banget), bahkan ada yang gak tau alasannya. Tapi kalau ada orang yang bilang “aku akan bertarung/berjuang untuk orang yang aku cintai” aku biasanya bakal tertawa menghina miris.

Dulunya aku (karena terpengaruh anime dan manga) aku berjuang untuk orang yang aku cintai. Tapi kenyataan gak seindah dunia khayalan. Yup. Life is harsh. Berdasarkan pengalamanku, ketika aku berjuang untuk orang yang aku cintai, belum tentu perjuangan itu dan hasilnya dihargai seperti yang kita inginkan, kadang sudah susah payah, malah dianggap sampah. Mungkin hal ini terjadi karena aku masih pamrih, gak tulus, ngarepin penghargaan. Tapi setidaknya ucapan terima kasih boleh kan? Setidaknya barang yang kita kasih (dan dibeli dengan susah payah) dipake kan? Setidaknya ada senyum untuk perjuangan itu… .

Hal diatas mungkin juga terjadi karena yang aku lakukan/perjuangkan dengan susah payah sebenarnya bukanlah hal yang orang itu inginkan/butuhkan. Seperti menabur garam ke lautan, atau seperti memberi pena kepada monyet. Tapi itu toh salah si pemberi. Sudah tahu itu lautan, masih ditaburi garam. Sudah tahu monyet masih dikasih pena. Stop debating the metaphor!

Kata Gede Prama “sampah disini, harta karun disana”. Makanya aku tidak lagi berjuang untuk orang yang aku cintai, tapi buat orang yang membuat aku merasa dicintai dan dihargai. Keluarga ku, aku akan berjuang untuk mereka. Mereka segalanya bagiku. Saat bersama mereka, aku merasa benar-benar dihargai, dicintai dan diterima apa adanya, bukan karena ada apanya. Sayang di luar keluarga cuma sedikit. Bro raltz (adito), blackclaw, valkyrie maniacs (agus) dan suppa otoko (lanang), bener-bener buat aku merasa hommy kalau lagi wasting time ngapain aja bareng mereka. Beberapa bulan terakhir aku cukup dekat dengan 1chan (kalau 2chan dan 4chan sudah aku huni dari dulu) tumben aku ketemu orang yang begitu hargai perjuanganku, dia buat aku merasa bener bener dihargai sebagai otoko. Arigato 1chan. With you, reality is more fun. Aku akan berjuang untuk mereka, yang ketika aku berikan sesuatu, berterima kasih, tidak perlu lewat kata-kata, atau membalas perbuatanku, cukup dengkuran tatapan tulus, dan dicerminkan dari sikapnya saja. I’ll be gratefull.

Sering dikecewakan, membuat aku sering melakukan sesuatu untuk orang lain tanpa alasan, tanpa harapan bahwa orang itu akan berterima kasih sehingga ketika orang tersebut tidak berterima kasih, aku merasa biasa saja. Tidak ada harapan, tidak ada kekecewaan. Tapi aku selalu berharap, mudah-mudahan makin banyak aku ketemu orang kayak 1chan. Biar keluargaku tambah banyak, dan setiap aku bersama orang-orang kayak gitu, feels like home. Miaw…ngkrrrrrr

Explore posts in the same categories: friendship, love

2 Comments on “What are you fighting for?”

  1. dayz Says:

    makany Dit, monyet tu dikasih pisang, bukan pena…
    tul ga??

  2. areep Says:

    betuuuuuuuulllllllll


Comment: